Beberapa Legislator Sulit Dihubungi

Satuham (kanan)

Surabaya, portalnasional.co – Perhancuran tempat ibadah (mushola) yang dilakukan oleh Daerah Operasional (DAOP) VIII PT Kereta Api Indonesia (KAI) tepatnya di Jalan Sulung nomor 65 A Surabaya, beberapa waktu lalu.

Rupanya hal itu yang membuat warga Sulung mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, mereka meminta agar tempat ibadah yang dirobohkan di bangun kembali.

Tidak berapa lama, perwakilan warga ditemui Reni Astuti Wakil Ketua DPRD dan Pertiwi Ayu Krishna Ketua Komisi A bidang Pemerintahan dan Hukum (Pemkum) DPRD Surabaya.

Satuham perwakilan warga menyampaikan, warga hanya menginginkan tempat ibadah itu kembali dibangun. “Mushola Babusaalam tempat anak-anak mengaji, ada anak yang menangis begitu melihat dirobohkan,” terangnya.

Masih kata Satuham, pembongkaran tempat ibadah Babusaalam tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. “PT KAI membongkar tanpa pemberitahuan,” singkatnya.

Reni Astuti mengatakan, pada pertemuan nanti akan mengundang pihak-pihak terkait. “Pada pertemuan nanti semoga ada solusi, ada titik temu, seperti yang bapak ibu sampaikan,” kata Reni.

“Nantinya akan mengundang pihak terkait, yang jelas PT KAI, Pemerintah Kota (Pemkot), kalau diperlukan dari kepolisian,

Pasca dengar pendapat, baik Reni maupun Ayu langsung mendatangi para pengunjuk rasa dan menyampaikan, akan ada dengar pendapat pada tangga 25 Mei mendatang.

Setelah mendampingi 2 legislator DPRD Surabaya. “Kami diperlakukan sangat tidak manusiawi oleh PT KAI, ada potongnya, ada videonya,” kata Satuham. “Harapan kami semoga tidak ada lagi hal seperti ini di Surabaya juga daerah lain,” tambahnya.

Sebelum melakukan aksi unjuk rasa, ia sempat menghubungi beberapa anggota legislatif. “Saya menghubungi Habiba (Camelia Habiba anggota Komisi A), saya menghubungi Bapak Tri (Tri Didik Adiono anggota Komisi A), Saya menghubungi Mahfudz (anggota Komisi B), Saya menghubungi Badru Tamam (anggota Komisi D), untuk menemui kami,” ungkap Satuham.

“Namun semua tidak ada yang menemui kami dan satupun tidak ada yang datang, kami datang hanya untuk ditemui, bukan untuk yang lain,” sesalnya. “Dan Alhamdulillah, Bu Reni dan Bu Ayu bisa menemui kami,” pungkasnya.