Kebijakan Pemerintah Dan Ingatkan Aparat Hukum

Joko Widodo

Jakarta, portalnasional.co – Tidak lama lagi kran ekspor minyak goreng akan dibuka kembali oleh pemerintah. Joko Widodo (Jokowi) Presiden Republik Indonesia (RI) menyampaikan seputar harga minyak goreng curah dipasaran.

“Walaupun memang ada beberapa daerah yang saya tahu harga minyak gorengnya masih relatif tinggi,” kata Jokowi di Istana Negara. “Tapi saya meyakini dalam beberapa minggu ke depan, harga minyak goreng curah akan makin terjangkau, menuju harga yang kita tentukan karena ketersediaannya makin melimpah,” terangnya.

Kran ekspor minyak goreng akan dibuka kembali, terlebih dahulu pemerintah memastikan akan kebutuhan dalam negeri pada minyak goreng terpenuhi. Bahkan juga mempertimbangkan para tenaga kerja maupun petani di industri sawit.

“Maka saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin tanggal 23 Mei 2022,” terang Jokowi. “Meskipun ekspor dibuka, pemerintah akan tetap mengawasi dan memantau dengan ketat untuk memastikan pasokan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau,” pesannya.

Pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan larangan ekspor minyak goreng yang disebabkan harga minyak goreng melambung tinggi. Kebijakan larangan ekspor, ternyata membuahkan hasil, stok minyak goreng terus bertambah.

Jokowi memaparkan, kebutuhan nasional untuk¬†minyak goreng curah saat ini sebesar 194 ribu ton setiap bulannya. “Pada bulan Maret, sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan kita hanya mencapai 64,5 ribu ton,” ungkapnya. “Namun setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April, pasokan kita mencapai 211 ribu ton per bulannya, melebihi kebutuhan nasional bulanan kita,” paparnya.

Sebelum pelarangan ekspor, kata Jokowi, harga rata-rata nasional berkisar kurang lebih Rp (rupiah) 19.800. Setelah pelarangan, harga rata-rata nasional turun menjadi Rp 17.200 sampai Rp 17.600.

Presiden juga memberikan pesan pada aparat penegak hukum tentang adanya pelanggaran hukum. “Di sisi lain, mengenai dugaan adanya pelanggaran dan penyelewengan dalam distribusi dan produksi minyak goreng,” ungkitnya.

“Saya telah memerintahkan aparat hukum kita untuk terus melakukan penyelidikan dan memproses hukum para pelakunya,” pesan Jokowi. “Saya tidak mau ada yang bermain-main yang dampaknya mempersulit rakyat, merugikan rakyat,” pungkasnya.