PTM Harus Ada Kesepakatan Bersama

Khusnul Khotimah

Surabaya, portalnasional.co – Pendidikan Tatap Muka (PTM) yang akan digelar minggu depan, masih menjadi persebatan seputar kapasitas yang akan mengikuti PTM itu sendiri.

Khusnul Khotimah Ketua Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara. “Beberapa waktu lalu, kami melakukan inspeksi mendadak (sidak) di 2 sekolah,” kata Khusnul.

Masih kata Khusnul, komisi menyinggung tentang asesmen ulang pada sekolah yang pernah dijadikan rumah sehat. “Dan itu sudah diambil alih juga disemprot dengan disinvektan,” paparnya.

Ketika disinggung tentang bebas virus pada sekolah yang sempat beralih fungsi. “Ini tidak menjamin bebas virus, lebih baik mencegah dari pada mengobati, walau sudah tervaksin secara lengkap, potensi terpapar itu masih ada,” ungkapnya.

Khusnul menuturkan, PTM itu dasarnya pada Surat Keterangan Bersama (SKB) 4 Menteri. “Dari Menteri ruangan terisi 50 persen, tetapi Wali Kota meminta 25 persen, sedangkan Dinas Kesehatan (Dinkes) 15 persen,” urainya.

“Pembelajaran PTM pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama 4 hari, mulai senin sampai dengan kamis dengan lama belajar 2 jam,” jelasnya.

“Siswa yang masuk, sebelumnya telah adanya kesepakatan bersama dari pihak orang tua, dengan mengisi blanko,” pungkasnya.