Kesulitan Ekonomi Gadaikan Kartu PKH

Anas Karno

Surabaya, portalnasional.co РPemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah membuat orang susah menentukan pilihan bahkan semakin sulit perekonomian.

Seperti yang terjadi pada seseorang yang ada di wilayah Surabaya Utara. Sulitnya ekonomi terpaksa menggadaikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) pada seseorang.

“Suami saya bekerja jualan keliling pentol,” kata Vita. “Tempat biasa menjual pentol di sekolah, libur, jadinya pendapatan berkurang jauh,” tambahnya.

“Yang saya gadaikan kartu ATM PKH untuk pengambilan bantuan, saya gadaikan Rp (rupiah) 500 ribu, dan mengambilnya harus membayar Rp 550 ribu,” ungkapnya.

Masih kata Vita, tidak sedikit warga disekitarnya yang mengandalkan mata pencarian dengan bergadang. “Saya berharap bantuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari pemerintah,” harapnya. “Sampai sekarang belum satupun yang menerima bantuan itu,” jelasnya.

Terpisah, Anas Karno Wakil Ketua Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya terenyuh melihat warga yang kesulitan ekonomi.

“Saya dapat pesan yang masuk ke telepon seluler, untuk makan saja sampai harus menggadaikan kartu PKH,” ungkapnya.

Dalam kondisi yang seperti sekaranh ini. Anas berharap semua pihak untuk saling bantu meringankan beban warga terdampak. “Semoga pandemi ini segera berakhir agar kehidupan warga kembali normal dan tidak lagi dalam kondisi kesulitan ekonomi,” pungkas Anas.