Masyarakat Marginal Yang Terlupakan

Surabaya, portalnasional.co – Masyarakat marginal sampai kapanpun tidak akan pernah menikmati pemberian dari negara dalam bentuk apapun.

Seperti yang dialami oleh kalangan masyarakat yang bertahan hidup dengan menjual nasi bungkus di kedai-kedai kecil.

Ketika disinggung tentang bantuan dari pemerintah akibat dampak penerapan mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level.

“Sampai saat ini tidak ada bantuan pada saya,” kata Lan penjual kopi di pinggir jalan. “Tidak dapat bantuan juga tidak apa-apa, yang penting bisa jualan, itu saja,” tambahnya.

Hal senada juga diutarakan salah seorang penjual nasi bungkus di sepanjang jalan nasional di Sidoarjo. “Kalau ada bantuan untuk kita ini yang jualan di pinggir jalan, ya, terima kasih banyak,” kata Rohman.

“Kalau tidak ada juga tidak apa-apa, yang penting bisa usaha walau hasilnya sedikit, kalau habis nasi ini, untungnya hanya Rp (rupiah) 50 ribu, saya hanya bawa 50 bungkus, mas” tambahnya.

Tidak sedikit masyarakat marginal yang bekerja sangat keras tanpa adanya bantuan dari pemerintah. Mereka akan tetap bekerja dan berusaha walau hanya bisa untuk sekali makan dan sama sekali tidak ada hati buruk pada pemerintah.