Pertemuan Bocor, Rahasia Menhan Terungkap

Connie Rahakundini Bakrie

Portal Nasional – Rencana Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memborong alat utama sistem senjata (alutsista) TNI senilai Rp.1760 trliun nampaknya tak mendapat sandungan dari Senayan.

Fraksi-fraksi di Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) disebut-sebut mendukung rencana Menhan Prabowo untuk merombak besar-besaran peralatan tempur itu.

Belakangan beredar kabar, sebelum Rapat Kerja Komisi l DPR pada awal Juni lalu, Menhan Prabowo mengundang seluruh ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisil ke kediamannya di Kertanegara Jakarta Selatan.

Akademisi dan analis militer Connie Rahakundini Bakrie yang membongkar persoalan alutsista akhir-akhir ini, ternyata juga mendapat kabar mengenai adanya pertemuan di rumah Menhan Prabowo itu.

Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui maksud pertemuan Anggota Komisi I Fraksi PPP Syaifullah Tamliha yang hadir di kediaman Prabowo membantah pertemuan tersebut sebagai forum lobi antara Kemhan dan Komisi l. la mengatakan, bahwa pertemuan itu hanya sekadar halal bihalal dan makan-makan yang biasa dilakukan.

Di sisi lain, Syaifullah membenarkan hasil kesimpulan rapat tertutup. Dimana semua fraksi mendukung karena Prabowo adalah bagian dari koalisi, jadi tidak ada yang menolak.

Hal ini lantas menjadi tanda tanya besar bagi akademisi Connie Rahakundini Bakrie. la mengatakan, bahwa pada awalnya banyak anggota Komisi l yang tidak menyetujui rencana Menhan Prabowo memborong senjata dengan nominal jumbo tersebut.

Apakah melalui pertemuan tersebut, Menhan Prabowo tengah melakukan manuver untuk melobi Senayan?

Pada rapat dengar pendapat, pemimpin komisi 1 awalnya mengusulkan rapat terbuka untuk umum setidaknya pada
bagian awal, namun Menhan Prabowo menolak dengan alasan semua yang akan dia sampaikan merupakan rahasia negara.

Jika memang begitu, DPR-lah yang harus menjalankan fungsinya dengan baik. Jangan sampai dalih kerahasiaan tersebut.

Mengutip dari sebuah portal berita nasional, pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua KomisI Meutya Hafid, Wakil
Ketua Komisi Abdul Kharis, Bambang Kristiono dan perwakilan sembilan Kapoksi.

Selain itu hadir pula Wakil
Menteri Pertahanan Herindra serta Sekjen Kementerian Pertahanan (Kemhan). Sektor pertahanan dapat dijadikan tameng sehingga membuat transparansi dan akuntabilitas menjadi sulit.

Analis Connie bahkan sampai mempertanyakan sebenarnya hal tersebut merupakan rahasia negara, rahasia Kemhan atau rahasia Partai Gerindra.

Dirinya berkata demikian bukan tanpa alasan, karena diketahui beberapa anggota Partai Gerindra menduduki jabatan Komisaris di PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) yang disebut-sebut sebagai perusahaan yang akan menangani pengadaan alutsista TNI.

Tak hanya itu, Connie bahkan mengungkap bahwa dirinya khawatir jika di tubuh Kemhan terdapat dua bani atau kubu. Yakni Bani Kemhan dan Bani Gerindra.

Pengadaan alutsista dengan jumlah anggaran fantastis ini, tak jarang dikaitkan dengan Pemilihan Presiden di 2024 mendatang. Hal tersebut mengingatkan pada statement seorang mantan wakil ketua umum partai Gerindra Arief Puyuono yang mengatakan, masuknya Prabowo kedalam pemerintahan Jokowi bukan semata untuk negara ini, namun untuk memuluskan aksinya demi dapat menduduki kursi RI 1 di waktu mendatang.

Maka dari itu, Connie memberikan pesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menunda rencana tersebut, karena jika tidak hal ini akan melahirkan mega skandal ditubuh pertahanan Indonesia.

Sumber : https://youtu.be/tts6jVprOF8