Dewan Dan Dispenduk Capil Tidak Singkron

Agus Sonhaji

Surabaya, portalnasional.co – Data kependudukan sampai saat ini masih menjadi perdebatan di kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) DPRD Surabaya mengundang Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Surabaya untuk mengetahui jumlah penduduk secara keseluruhan.

Cemelia Habiba Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya mengatakan, berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) yang sudah terverifikasi tahun 2020 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ada 2.970.000 penduduk.

“Nah, data update Dispendukcapil pada bulan Mei 2021sudah mencapai 3.170.000 penduduk,” kata Habiba. “Meskipun secara resmi belum dirilis oleh Kemendagri karena update DKB keluarnya setahun 2 kali, di bulan Juli dan Desember,” kata tambahnya.

Masih kata Habiba, masih ada 3 kali data yang akan kita terima dari Kemendagri sebelum final jumlah penduduk berapa yang ditentukan jumlah kursi di DPRD Surabaya.

“Kalau aturan Pemilihan Legislatif (Pileg)di Komisi Pemilihan Umum (KPU) H-16 bulan sebelum diselenggarakan pada bulan Agustus-September 2022,” terangnya.

Ketika disinggung tentang berkurangnya jumlah data penduduk dan tidak terpenuhi target seperti yang diharapkan.

Habiba menyampaikan bahwa pengurangan penduduk kemungkinan bisa terjadi. “Tapi melihat kesimpulan Dispendukcapil, jika pun ada pengurangan itu tidak terlalu signifikan,” yakinnya.

“Karena data setiap tahunnya sudah terverifikasi, jadi yang data ganda sudah semakin berkurang,” terangnya. “Kami optimis bahwa jumlah penduduk kita sudah di angka lebih dari 3 juta jiwa,” yakin Habiba.

Terpisah, Agus Sonhaji Kepala Dispenduk Capil Surabaya mengatakan data kependudukan yang disahkan Kemendagri setiap 6 bulan sekali.

“Jadi yang dimiliki kita sekarang adalah DKB semester 2 yang terbit akhir Desember 2020,” urai Agus Sonhaji. “Jadi permintaan data kependudukan dari KPU Surabaya memang semester pertama tahun 2021 belum keluar,” terangnya.

Saat dikonfirmasi tentang penurunan jumlah data kependudukan. Agus Sonhaji langsung membantah dan menyatakan anggka data kependudukan cenderung naik.