Underpass Terus Dipertanyakan Komisi

Underpass terus disorot Komisi C DPRD Surabaya

Underpass Terus Disorot Komisi C DPRD Surabaya

Surabaya – Tidak juga terkerjakan pembangunan underpass jalan Mayor Jenderal (Mayjen) Sungkono untuk mengurai kemacetan kembali dipertanyakan oleh Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Ketika disinggung oleh salah seorang legislator surabaya tentang tidak hadrnya Real Estate Indonesia Jawa Timur (REI Jatim) dalam dengar pendapat saat ini.

Camelia Habiba Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya menyampaikan, memang tidak diundang. “Semua itu untuk mengetahui kejujuran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengenai pembangunan underpass,” ungkapnya.

“Sebenarnya terkait inrastruktur merupakan skala prioritas di tahun 2016, untuk persimpangan jalan,” kata A.A. Gede Dwijaya Wardhana Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Kabid Sapras Bappeko) Surabaya.

“Pembangunan tersebut merupakan terkoneksi dengan wilayah surabaya barat, rupanya ada pihak yang tertarik dan menyambut baik akan hal itu, akhirnya tertuang dalam Memorandum of Understanding (MOU),” tambahnya.

Masih kata Dwija, terkait peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya. “Merupakan itikad baik kedua belah pihak,” singkatnya.

“Mengenai perjanjian kerja sama Pemkot akan meminta Kejaksaan dalam segi hukum,” terangnya.

“Pembangunan underpass untuk mengurai kemacetan itu kami setuju,” kata Vinsensius anggota Komisi C DPRD Surabaya. ” Tapi peletakan batu pertama tanggal 25/09/2015 lalu, kita sama sekali tidak diundang,” ungkapnya.

Habiba mengungkapkan, bila tidak ada kejelasan dalam pengerjaan pembangunan underpass oleh REI. Lebih baik dikerjakan oleh Pemkot sendiri.

Dalam penyampaikan Vinsensius, pemmbangunan itu tidka bisa dilakukan tahun ini. Dikarenakan tidak ada nomenkelatur anggaran untuk pembanguanan underpass Mayjen Sungkono.

Hingga berita ini dipublikasikan dengar pendapat masih berlangsung.