Setuju Dengan Tembak Ditempat

narkobaSemarang – Munculnya pamahasan terkait pengapusan hukuman mati yang saat ini tengah dibahas di Komisi III bidang Hukum, Hak Asasi Manusia dan Keamanan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Hal tersebut membuat reaksi berbagai kalangan di masyarakat. mayoritas masyaralat tidak setuju adanya penghapusan terhadap hukuman mati di Indonesia.

“Mereka itu sudah merugikan orang banyak dan layak di hukum mati,” kata Lukito. “Coba liat, setiap hari 50 orang mati sia-sia karena narkoba,” tambahnya.

“Lihat saja, pasti ketahuan siapa saja anggota dewan yang melakukan dukungan penghapusan hukuman mati,” kata Gito. “Jangan bicara tentang hak Asasi Manusia (HAM) terlebih dahulu, coba liat korbannya akibat narkota, buka mata anda,” ungkapnya.

“Hanya manusia yang telah mati hatinya, kalau bicara tentang HAM bagi pengedar narkoba, sebab otak mereka tidak punya empati terhadap orang lain,” kata Bili.

“Presiden telah mengatakan perang terhadap narkoba, kenapa kalangan legislator malah berbuat sebaliknya,” tanyanya.

“UU tersebut malah dipertajam, dengan menambahkan pasal tentang tembak ditempat bagi pengedar narkoba, itu yang benar dan mendukung program pemerintah dalam perang terhadap narkoba,” paparnya.