Terbukti Cabut Izin Cafe

Junaedi

Junaedi

Surabaya – Perilaku para siswa saat ini sudah dalam tahap mengkawatirkan, sudah tidak mempunyai etika dan diperparah dengan cara yang tidak sepantasnya bagi seorang yang memiliki etika budi pekerti yang luhur.

Hal tersebut membuat Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mulai angkat bicara.

Seperti yang disampaikan Junaedi Wakil ketua Komisi D DPRD Surabaya, meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencabut izin kafe yang mengizinkan para pelajar kumpul-kumpul pada saat proses belajar mengajar di sekolah berlangsung.

“Kalau ada kafe yang mempersilahkan para siswa cangkruk, saya harap izinnya dievaluasi,” tambahnya.

Pernyataan Junaedi bukan tanpa dasar. Semua itu disebabkan pada beberapa hari sebelumnya. Belasan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di kawasan Margorejo terkena rasia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Junaedi mendukung kegiatan razia yang dilakukan aparat Satpol PP terhadap para pelajar yang berkeliaran saat jam belajar.

Namun demikian, politisi Partai Demokrat ini meminta, privasi mereka juga dilindungi, dengan tidak mengeksposnya ketika melakukan penangkapan.

“Jangan disebarluaskan saat ada penangkapan, kita sterilkan,” ungkapnya. “Pembinaan harus dilakukan melalui dinas terkait itu,” terangnya

Junaedi berharap, seluruh kafe agar menempelkan stiker larangan masuk bagi pelajar terutama saat proses belajar mengajar berlangsung.

“Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata, jika ada kafe yang melanggar segera dicabut dan dievaluasi,” tegasnya.