Realisasi Proyek 70 Persen

Vincensius

Vincensius

Surabaya – Vincensius anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya memperkirakan pembangunan gorong-gorong dan pedestrian yang nilainya mencapai ratusan miliar di berbagai kawasan tidak akan tuntas pada tahun ini.

“Sampai saat ini, sebagian proyek telah dikerjakan sekitar antara 70 hingga 80 persen,” ungkapnya.

Masih kata Vincensius, untuk menuntaskan proses pengerjaan yang jangka waktunya kurang 2 minggu ini, tentu tidak mudah. Pasalnya, saat ini telah memasuki musim penghujan.

“Jika sudah memasuki musim penghujan, tidak mudah untuk pengeringan semen dan sebagainya,” paparnya. “Kalau ingin selesai, bisa saja dikebut, tapi bagaimana dengan kualitasnya,‚ÄĚ tanyanya.

Dirinya memberikan contoh pada kondisi pedestrian yang ada pada wilayah Prapen dan telah sudah rusak. Padahal pembangunannya di tahun 2014.

Vinsensius mengatakan, pembangunan box culvert dilakukan di hampir seluruh kawasan kota yang bertujuan pembangunan saluran air yang terbuat dari beton tersebut mampu mengantisipasi terjadinya banjir.

Pembangunan saluran air, yang disertai dengan pembangunan pedestrian di atasnya mempunyai nilai tambah bagi para pengguna jalan.

Apabila proyek tersebut tidak selesai tepat waktu, maka yang berimbas langsung ialah masyarakat sendiri yang akan dirugikan.

Molornya proyek pembangunan gorong-gorog dan pedestrian tersebut menurut Vinsensius merupakan fenomena yang terjadi setiap tahun.

Pasalnya, proses pengerjaan proyek yang mepet. Rata-rata pengerjaan fisik proyek dilakukan pada bulan Agustus hingga Nopember.