Pusat Dan Lumajang Saling Serang

matiLumajang – Pasca beberapa legislatif pusat menyampaikan beberapa pertanyaan. Agus Wicaksono Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRD Kab) Lumajang angkat bicara.

Bahkan tidak terima nama dari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Aris Syahbudin disangkut pautkan dengan masalah terbunuhnya aktifis lingkungan serta penambangan ilegal. “Anda di sini 4 jam saja, tidak tahu persis bagaimana situasi Lumajang,” tambahnya.

Intensitas pembahasan semakin tinggi dan panas serta saling serang. Hingga membuat Benny Kabur Harman Wakil Ketua Komisi III yang membidangi Hukum, Hak asasi Manusia, Keamanan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meredam suasana tersebut.

“Tapi saya ingatkan, di sini banyak media, ketika anda menyampaikan Jensey, Jensey itu orangnya hidup dan mati,” kata Agus.

Dossy Iskandar Prasetyo anggota Komisi III mengungkapkan berdasar laporan. Bahkan Dossy meminta agar menceritakan semuanya permasalahan itu.

“Saya, anda masih belum punya hak untuk berbicara, nanti di media, DPRD Lumajang terlibat penambangan liar. Itu yang saya pikirkan,”ungkap Agus.

Perlu diketahui, Setiadi Laksono Halim atau yang sering disebut dengan sebutan Jensey adalah Direktur Utama PT Mutiara Halim Lumajang (MHL).

Sebelumnya, hasil audit untuk dilakukan investigasi dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Jawa Timur (BPKP Jatim) dan ditemukan adanya kerugian negara sekitar Rp (rupiah) 5 miliar.