Imbas dari Dukungan

nasdemSurabaya – Fatchul Muid dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang juga sbagai legislator surabaya angkat bicara terkait terpentalnya NasDem di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Ketegangan ini berawal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang meminta agar Nasdem mendukung pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya tahun 2015.

Sedangkan Nasdem berkeinginan mendukung paslon Tri Rismaharini (Risma) – Whisnu Sakti Buana (WS). Namun oleh PDI Perjuangan diarahkan untuk mengusung paslon Syamsul Arifin – Warsito yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

“Ini imbas dari dukungan partai dalam Pilkada, kalau calon lain Nasdem sudah sepakat tidak mau ikut mengusung, karena itulah Nasdem dianggap tidak loyal,” katanya.

Masih kata Muid, Nasdem tidak bisa begitu saja dikeluarkan dari barisan Fraksi Handap. Pembentukan fraksi yang terdiri dari Hanura, Nasdem dan partai Persatuan Pembangunan (PPP) (Handap) merupakan kesepakatan bersama yang diwujudkan dalam pakta integritas yang ditandatangani bersama diatas materai.

“Kalau dibawa ke ranah hukum, masalah ini kuat, karena masing-masing tanda tangan diatas matrai, apalagi fraksi ini disahkan dari paripurna, kita tidak mau diintervensi, karena secara prinsip tidak ada masalah serius,” tandasnya.