Segera Selidiki, Jika Ada Pemalsuan Data Harus Ditindak Lanjuti

Tanda Terima KPU ini untuk berkas asli apa palsu ya...?

Tanda Terima KPU ini untuk berkas asli apa palsu ya…?

Surabaya, portal nasional – Rekomendasi untuk Dhimam Abror di duga bermasalah. Selain rekomendasi awal yang dimasukan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) Surabaya dari DPP PAN (Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional) maju sebagai Cawali (Calon Walikota) Surabaya dan tidak memiliki pasangan, rekomendasi ke-dua untuk maju sebagai Cawawali (Calon Wakil Walikota) Surabaya, masih berupa scaning dan diduga dikirim melalui e-mail ini pun juga diragukan kebenarannya.

KPU Surabaya tidak berani mengambil resiko, pihaknya melakukan pengecekan data ke Jakarta untuk memastikan scaning rekomendasi untuk Dhimam Abror dari DPP PAN yang diterima KPU Surabaya sebagai Calon Wakil Walikota Surabaya, sesuai aslinya atau rekayasa.

Penyerahan surat rekomendasi yang dilakukan secara tertutup dan mudahnya merubah isi rekomendasi dari Calon Walikota Surabaya menjadi Calon Wakil Walikota Surabaya dengan cepat oleh partai sebesar PAN, layak dipertanyakan.

KPU Surabaya telah mengumumkan bahwa pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota (Rasiyo-Dhimam Abror) berkasnya tidak lengkap dan surat rekomendasi tidak identik yang artinya pasangan calon ini Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan tidak berhak ikut pemilihan kepala daerah (Pilkada) Surabaya.

Selayaknya, pihak aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terkait temuan KPU Surabaya atas berkas yang dianggap cacat, karena KPU sudah jelas menyampaikan bahwa surat rekomendasi tersebut tidak identik alias PALSU (rekayasa) dan juga menyelidiki keabsahan berkas-berkas yang lainnya juga./*