Pembangunan Terancam Mangkrak

Jembatan Kenjeran

Jembatan Kenjeran

Surabaya – Proyek pembangunan Jembatan Kenjeran yang nilainya mencapai Rp (rupiah) 200 milyar terancam mangkrak. Vincensius anggota Komisi C Bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara.

Hingga Bulan 08/2015 ini proses pembangunan tersebut hanya mencapai 60 persen. Padahal, pembangunan jembatan tersebut harus selesai tahun ini juga, karena bukan termasuk proyek multiyears.

“Jembatan Kenjeran belum ada tanda-tanda selesai,” tambahnya.

“Apabila dikerjakan dengan sistem kebut yang selesai hanya pada pengerjaan fisik konstruksi, tapi pengerjaan seluruhnya, finishingnya termasuk ornamen di dalamnya tidak selesai,” terangnya.

“Kalau mangkrak berbahaya bagi perahu nelayan atau siapapun yang melintas sekitar itu,” tegasnya.

“Pemerintah Kota (Pemkot) harus serius mengejar agar PT Hutama Karya (HK) bertanggung jawab menyelesaikannya,” paparnya.

Masih kata Vincensius, pembangunan Jembatan kenjeran merupakan proyek pertama kalinya yang dikerjakan PT HK bekerja sama dengan Pemkot Surabaya.

Vincensius menyampaikan, dirinya khawatir pembangunan jembatan mangkrak, selain waktu yang tersisa terbatas. PT HK sebelumnya juga gagal menyelesaikan proyek di Hambalang.

“Jika mangkrak, Pemkot harsu berani mem-black list meskipun Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” tegasnya.