Ungkap Secara Transparan Pelakunya

Masduki Toha

Masduki Toha

Surabaya – Hasil temuan dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terkait kasus pungutan liar (pungli) yang menyeret keterlibatan anggota legislatif surabaya.

Hasil investigasi ORI bermula ketika salah satu pegawai sebuah dinas di lingkungan pemkot membeber teknis pengajuan izin pendirian toko modern kepada tim ombudsmen yang menyamar.

Oknum pegawai dinas itu menyebut, pemohon izin juga diminta untuk menyiapkan uang sebesar Rp (rupiah) 60 juta untuk tiap pengajuan. Nantinya, uang itu yang diperuntukan bagi komisi di DPRD. Uang itu belum termasuk biaya pengurusan izin. Hal tersebut membuat Masduki Toha angkat bicara.

“Saya menyesalkan, bahwa di DPRD Surabaya ada 50 anggota legislatif, kalau ORI menyatakan ada keterlibatan anggota dewan, menurut saya sebut saja,” kata Masduki.

“Biar tahu persis, ini membuat mereka-reka terhadap 50 anggota dewan, saya sepakat kalau ada anggota dewan yang terlibat itu harus diungkap, biar kita tahu,” tambahnya.

“Disini ada Badan Kehormatan (BK), ijinkan mereka melaksanakan tugasnya, kalau memang betul terlibat dan kalau tidak, biar mereka menggungat ORI, ini melecehkan anggota DPRD,” ungkapnya.

Masih kata Masduki, yang dimaksud itu malah memunculkan permasalahan baru. “Ini untuk anggota sekarang atau yang kemarin, juga tidak jelas,” paparnya.