Larangan Reguler Untuk Pariwisata

Eddi

Eddi

Surabaya – Penggunaan bus reguler untuk dipakai sebagai perjalanan wisata mendapat sorotan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Namun hal itu sudah berlangsung lama, biasanya terjadi pada saat libur panjang atau hari libur nasional.

“Biasanya saat liburan panjang banyak bus reguler yang dipakai untuk tujuan angkutan wisata,” kata Eddi Kepala Dishub Surabaya.

“Karena memang banyak permintaan untuk wisata sekolah, tapi bus reguler aturannya tidak boleh dipakai untuk wisata,” tambahnya.

“Jadi kalau ada bus reguler yang dipakai wisata, hal itu jelas-jelas melanggar, adapun yang boleh dipakai sebagai bus wisata adalah bus cadangan,” terangnya.

“Celakanya meski 40 persen namun ada juga yang memakai bus reguler, itu yang jadi masalah,” paparnya.

“Jadi kalau ada penumpang bus di terminal menumpuk, salah satu penyebabnya karena bus reguler habis dipakai untuk wisata,” tuturnya

Eddi mengakui, sangsi yang dijatuhkan bagi pelanggar tidak begitu berat sebesar Rp (rupiah) 70 ribu.

“Kalau bisa, setidaknya sangsi denda bagi pelanggar di Surabaya itu nilai lebih tinggi dari Sidoarjo, ya, idealnya Rp 150 ribu sampai dengan Rp 200 ribu, nanti kami akan komunikasikan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan juga pengadilan soal perubahan nilai sangsi denda ini,” jelasnya.