Rapat Setengah Jalan, Birokrat Lari Tunggang Langgang

Warga Dolyy Dan Pemkot Surabaya

Warga Dolyy Dan Pemkot Surabaya

Surabaya – Puluhan perwakilan warga eks lokalisasi Dolly dan Jarak kembali mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Tuntutan mereka masih tetap seperti semula, yakni menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) untuk membuka Rumah Musik (RM) yang disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya beberapa bulan lalu.

Bahkan, keinginan warga tersebut mendapat dukungan penuh dari komisi D DPRD Surabaya, agar segera mengoperasikan Rumah Musik (RM).

“Hasil dari dengar pendapat tadi tetap sama, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih tetap ingin menutup, kalau Pemkot seperti itu, ya, berarti kami juga ingin pokoknya RM itu harus buka,” kata Agustin Poliana Ketua Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Surabaya.

“Artinya, kalau masih ditutup terus bagaimana nasib perekonomian mereka disana, apakah itu diperhatikan oleh Pemkot,” tambahnya.

“Pada pertemuan pertama lalu, sudah kami sampaikan kita tunggu hasilnya hari jumat, tapi ternyata mereka ngotot masih tetap ingin menutup tanpa ada solusi apapun dari Pemkot, bahkan, tadi dengar pendapat memang sempat kami tunda karena ada sholat jumat, tapi mereka tidak kembali,” ungkap Agustin.

“Saya rasa hal ini ada deskriminasi, sekarang kenapa hanya RM di Dolly dan Jarak saja yang dipersoalkan, sedangkan puluhan RM yang masih tetap beroperasi di wilayah lain dan itu tidak disegel dan malah dibiarkan, ada apa ini,” ungkapnya.

“Dimana letak perhatian Pemkot setelah penutupan ini, akan dijadikan apa tempat itu, nggak jelas,” kata Baktiono anggota Komisi D.

“Cuma ngomong, kalau dibiarkan seperti ini, berarti itu sama saja mematikan perekonomian masyarakat disitu, katanya Pemkot mensejahterakan rakyat, rakyat yang mana,” pungkasnya.