Komisi C Akan Turun Melihat Kesiapan Menghadapi Musim Penghujan

Syaifuddin Zuhri

Syaifuddin Zuhri

Surabaya – Menghadapi musim penghujan yang akan terjadi di surabaya, rupanya mendapat perhatian secara ekstra oleh berbagai kalangan terlebih dari Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Jadi secara tipologis surabaya itu seperti koboan (alat seperti cekungan), artinya kedudukan tanah itu lebih rendah bila dibandingkan pasang surut air laut,” kata Darmantoko pengamat perkotaan.

“Jadi secara relatif surabaya itu antara 1,5 sampai 3,5 meter (m) dibawah permukaan laut, untuk mengatasi banjir, surabaya mempunyai busem (kolam besar untuk penampungan air hujan),” tambahya.

“Sebetulnya curah hujan di surabaya tidak terlalu tinggi antara 150 sampai dengan 250 mililiter (mm) per detik, kalau sudah sampai 300 mm surabaya pasti banjir,” paparnya.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah berupaya melakukan pengerukan lumpur sungai dan berhasil, cuma persoalannya adalah perilaku manusia di suarabaya itu, yang membuang sampah sembarangan, penyenab banjir, Walikota sudah berusaha keras mati-matian, ngurangi genangan pada titik banjir,” ungkapnya

“Untuk mengantisipasi jelang musim penghujan, terutama Dinas Pekerjaan Umum (Din PU) Surabaya sudah melakukan persiapan,” kata Syaifuddin Zuhri Ketua komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Masih kata Saifudin, yang sudah dilakukan pada tahun kemarin adalah pembenahan pada saluran-saluran serta membuat terobosan-terobosan bari seperti di box culvert untuk mengirangi titik banjir.

“Juga melakukan cek pada pompa penyedot air, dalam mengrangi volume pada sungai sehingga dengan datangnya hujan genangan air di beberapa titik akan berkurang, dan kita juga akan turun kelapangan untuk melihat kesiapan datangnya musim penghujan,” pungkas Saifudin.