Apel Import Berlilin, Telah Lama Beredar

apelSurabaya – Temuan apel import yang dilapisi oleh lapisan semacam lilin di Surabaya memantik reaksi dari Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Dalam masalah ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus memberikan perhatian serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap peredaran buah tersebut,” kata Achmad Zakaria anggota Komisi B.

“Untuk itu dinas terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) harus segera melakukan cek and ricek ke lapangan,” tambahnya.

“Kasihan masyarakat yang tidak tahu akan hal ini, mereka menjadi korban ketidaktahuan serta akibat yang ditimbulkan bila mengkonsumsi buah-buahan tersebut,” ungkap Zakaria.

“Pengawasannya harus diperketat, selain itu segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan buah-buahan yang tidak aman untuk dimakan. Ini harus segera dilakukan ke publik,” imbuhnya.

“Sidak pasar harus segera digelar. Bila perlu gandeng pihak kepolisian untuk membantu menemukan siapa yang mendistribusikan atau mengimport buah-buahan yang tidak sehat tersebut,” Papar Edi Rachmat yang juga anggota Komisi B.