Dewan Kritik, Dishub Minta Tambah

Tempat Pakir

Tempat Pakir

Surabaya – Proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan Dinas Perhubungan (dishub) dari sektor retribusi parkir tepi jalan sebesar Rp (rupiah) 20 miliar mendapat kritik anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Machmud merupakan salah satu anggota Komisi C menyampaikan, ada beberapa alasan yang membuat anggota dewan pesimis dengan target PAD yang ditetapkan untuk Dinhub dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (RAPBD TA) 2015.

“Target PAD dalam APBD TA 2014 sebesar Rp 15 miliar saja tidak tercapai, masak sekarang mau ditambah lagi, ingat selisih Rp 5 miliar itu bukan uang yang sedikit,” ungkap Machmud.

Masih kata Machmud, dengan jumlah titik parkir yang jauh lebih sedikit dibandingkan tahun tahun sebelumnya dari 1500 menjadi 1000 titik, semestinya Dishub bisa menyesuaikan dengan potensi pendapatan yang dapat mereka peroleh.

“Target itu ditetapkan berdasarkan potensi, kalau potensinya sedikit, ya, harus realisitis, jika dipaksakan tentau akan menganggu kinerja dari Dishub sendiri,” ingatnya.

“Kita sudah menyiapkan kiat-kiat untuk mencapai target tersebut,” kata Eddi Kadishub Surabaya.

Eddi menjelaskan, salah satu cara yang dilakukan untuk mendongkrak potensi retribusi parkir adalah dengan memakai data base berupa komputerisasi. Dengan sistem tersebut, dirinya optimis setiap kendala yang terjadi di lapangan bisa langsung ditangani dengan cepat.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan 25 unit motor dalam melakukan pengawasan. Pihaknya juga menggandeng aparat kepolisin untuk menertibkan sejumlah parkir liar.