Sudah Terbentuk, BK Tidak Punya Ruang Rapat

Baktiono

Baktiono

Surabaya – Alat kelengkapan dewan pasca ditetapkan dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu, ternyata masih menyisahkan permasalahan yang sejak awal memang suasana gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya memang rancu.

“Sementara untuk kantor DPRD Surabaya sedang direhab, ada beberapa yang perlu diperbaiki, dan ada yang perlu disekat karena ruang fraksinya sekarang ini tambah dari 7 menjadi 8,” kata Baktiono Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya.

“Nantinya ruang BK, Badan Pembuat Peraturan Daerah (BPP) dan fraksi akan ditata ulang, termasuk ruang wartawan ini juga tidak ada, nantinya akan disediakan agar nantinya terakomodasi semua,” tambahnya.

“Untuk BK kami tidak berebut karena kami cuma 5 orang, kami bisa rapat dimamapun, bisa di ruang Badan Pembuat Peraturan Daerah (BPP) yang dulunya Badan Legislatif (Banleg), jadi tidak masalah karena ruangan,” ungkapnya.

“Memang ruang itu sangat prioritas, dan sekitar 2 minggu akan ada ruangan baru, dan fraksi handap (gabungan) ini masih menempati ruang BK, dan itu juga akan diatur kembali,” jelas Baktiono.

Diakui atau tidak, ternyata Koalisi Indonesia Hebat (KIH) lebih melunak. Terbukti, frasi gabungan yang menempati ruang BK sama sekali tidak dianggap sebagai halangaan. Padahal ruang tersebut merupakan ruang aktifitas untuk alat kelangkapan dewan, BK.