Cemarkan Nama Kadir Halid, La Nyalla Jadi Tersangka

kantor polda sulsel

kantor polda sulsel

Makassar – Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menetapkan Wakil Ketua Umum (Waketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), La Nyalla Mattalitti, sebagai tersangka.

La Nyalla ditetapkan tersangka atas kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Kadir Halik, beberapa waktu lalu.

Kanit III Subnit II Dit Reskrimsus Polda Sulsel, Kompol S Sitorus dikonfirmasi, Kamis (23/10), mengatakan, setelah dilakukan gelar perkara diputuskan La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka. La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka atas perkara dugaan tindak pidana penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalu media elektronik dan media cetak.

‚ÄúBerdasarkan laporan polisi No Pol: LPB/115/III/2014/SPKT tanggal 01 Maret 2014, yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka setelah dilakukan gelar perkara pekan lalu,‚ÄĚ katanya.

Sitorus mengakui, untuk memperkuat kasus tersebut pihaknya akan memeriksa beberapa saksi, termasuk Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulsel, Ryan Latif.

Namun katanya, Ryan Latif yang dijadwalkan diperiksa sebagai saksi atas kasus tersebut, Kamis (23/10), tidak memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa.

‚ÄúKami sudah layangkan surat panggilan terhadap Ryan Latif dengan Surat Panggilan Nomor: S. Pgl/701/X/2014/Dit Reskrimsus. Ryan Latif tidak datang karena ada kegiatannya. Dia sudah menyampaikan kepada saya, ‚ÄĚ ucapnya.

Ryan Latief dipanggil selaku saksi atas perkara dugaan tindak pidana penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalu media elektronik dan media cetak yang dilakukan tersangka La Nyalla M Mattalitti sebagaimana dalam pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (1) UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE jo. pasal 310 ayat (2) KUH Pidana.

Sementara, Ryan Latief, yang juga selaku saksi dalam kasus itu, mengatakan, kasus tersebut sudah lama ditangani pihak Polda Sulsel.

Secara moril telah merugikan pihak korban, Kadir Halid. Bentuk kerugiannya saat ini, Kadir Halid tidak terpilih lagi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2014. Ini menguatkan apa yang dilakukan La Nyalla betul-betul melakukan pencemaran nama baik.

‚ÄúJika kasus ini ditangani secara lambat bisa jadi ada dampak negatifnya. Karena, kedua belah pihak itu masing-masing memiliki organisasi besar. Sehingga, patut diwaspadai dan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baru bertindak,‚ÄĚ ucapnya