Kalau Bukan Bisnis Nyawa, Bilang Pak Menteri

Adu Kecepatan 8 Nyawa Melayang

Adu Kecepatan 8 Nyawa Melayang

Surabaya – Banyaknya kecelakaan yang disebabkan pengemudi tidak taat aturan seperti yang terjadi pada Perusahaan Otobus (PO) Harapan Jaya di Tol Waru beberapa waktu lalu telah membuat 8 nyawa melayang.

Pernyataan Wahid Wahudi Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) akan memberikan sanksi kepada PO, ternyata membuat radang telinga bagi kalangan masyarakat.

“Pernyaataan itu apa bisa dipertanggung jawabkan,” kata Lukman. “Faktanya, PO Sumber Kencono Group yang membuat wartawan meninggal itu saja masih beroperasi,” sanggahnya.

“Jangan mencoreng muka sendiri, bilang saja kalau itu kewenangan dari Dishub pusat, selesai, anda jangan mau dijadikan bemper oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” ungkapnya.

“Sebenarnya orang pusat itu punya otak apa tidak, kalau tidak mau dikatakan bisnis nyawa, otaknya buat berfikir,” kata Ridwan. “Saya Yakin Menteri Perhubungan (Menhub) tidak akan berani berstateman didepan media massa,” tantangnya.

“Belajarnya dari negara lain pak menteri, berani berkata salah di hadapan publik terkait, tingginya kecelakaan di Indonesia, apa mau dihabiskan nyawa rakyat Indonesia,” terangnya.