Trem Bukan Solusi Kemacetan

Baktiono

Baktiono

Surabaya – Proyek pembangunan angkutan massal berupa trem yang segera dibangun oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) ternyata mendapat sorotan dari legislatif surabaya.

Selain belum ada kesepakatan resmi, antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT KAI, proyek yang direncanakan menggunakan badan jalan tersebut diprediksi tidak bisa menjadi solusi kemacetan.

Baktiono merupakan anggota legislatif surabaya mengatakan proyek pembangunan trem di Surabaya belum tentu bisa mengurai kemacetan.

“Mungkin bisa saja ada rekayasa arus lalu lintas, tapi bukan menjadi solusi, coba bayangkan, kalau memakai badan jalan, semakin macet,” tambahnya.

“Apa benar bisa pengendara mau memarkir kendaraan di park and ride dan naik trem, harus ada kajianya yang jelas, jangan hanya bangun dan tidak tepat sasaran seperti biasanya, kecuali tarifnya gratis,” ungkapnya.

“Waktu itu saya sempat menanyakan apakah bisa mengurai kemacetan, tidak ada yang bisa menjawab, malah saya dengar biaya tarifnya sebesar Rp (rupiah) 37 ribu,” terangnya.

Perlu diketahui, pembangunan proyek tersebut akan dikerjakan pada bulan depan oleh PT KAI dengan sistem multiyears selama 2 tahun dengan anggaran sebesar Rp 2,2 trilliun.