Tidak Ada Beda, Koruptor Tetap Masih Ada

mpSolo – Kuatnya tekanan yang digulirkan agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipilih anggota legislatif bukan lagi berada ditangan rakyat mulai menuai penolakan.

Fakta dilapangan, baik itu dilakukan pemilihan langusng atau tidak tetap saja masih memunculkan perilaku Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) masih merajalela.

“Waktu dulu calon Kepala Daerah (Kada) ingin menduduki kursi Bupati ataupun Walikota legislatif yang memilih, itupun mereka selalu menjadi sapi perahan para anggota legsilatif itu sendiri,” kata Karyo.

“Sekarang ini yang selalu dikatakan alam demokrasi juga tidak jauh berbeda, anggaran yang dikelarkan jga besar bagi para calon Kada, uang dari mana untuk penngeluaran saja mencapai milyaran hingga tembus angka triliun, kalau tidak pemberian dari para kapitalis, tentu saja tidak gratis,” tembahnya.

“Bukan dipilih rakyat atau bukan masalahnya, yang utama adalah menciptakan suasana yang benar-benar demokrasi tanpa kecuali,” ungkap Ayu.

“Tolonglah, jangan kita yang dijadikan boneka, setelah selesai apa yang mereka mau tidak diperhatikan sama sekali, kita ini punya hati, perasaan dan manusia,” paparnya.

“Kita lihat saja mana yang lebih parah sistemnya, pemilihan langsung ataukah melalui legislatif dari 2 sistem tersebut, mana yang lebih banyak pelaku koruptor yang terjerat,” jelas Norman.