Pemkot Akan Tetap Pasang Papan Bebas Kawasan

Tri Rismaharini

Tri Rismaharini

Surabaya – Tidak merasa diajak berkoordinasi dan masih tetap bersikap menolak terhadap penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak. Front Pekerja Lokalisasi (FPL) memprotes sekaligus menolak pemasangan ‚ÄúKawasan Bebas Prostitusi‚ÄĚ yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Ini apa-apan, memasang papan pengumuman tanpa koordinasi dengan warga dan pengurus kampung,” kata salah seorang warga. “Sudah jelas kita masih menolak penutupan, benar-benar Walikota Risma kurang ajar,” tambahnya.

Setelah menghalau pemsangan papan tersebut, aksi warga berlanjut dengan mendatangi kantor Kelurahan dan menemui Bambang Hartono selaku Lurah setempat.

“Kalau berani, biar Risma yang memasang, sampai sekarang juga tidak berani menemui warga lokalisasi,” teriak warga. Seharusnya, sebagai negara merdeka pemerintah memberikan lapangan pekerjaan bukan malah menutup,” imbuhnya.

Terpisah, Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya menyampaikan, hal itu akan tetap dilaksanakan. “Menolak ya silahkan saja, tetapi papan itu kan kami pasang di jalan kita sendiri, bukan di halaman rumah mereka, jadi mereka sebetulnya tidak punya hak untuk menolak,” terangnya.