Warga Minta Wawali Surabaya Meminta Maaf

dollySurabaya – Menyikapi pernyataan yang disampaikan Wisnu Sakti Buana (WS) Wakil Walikota (Wawali) pertemuan dengan warga terdampak lokalisasi diklaim telah berhasil dan warga meyetujui langkah penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Puluhan Pekerja Seks Komersial (PSK), Mucikari, Pedagang Kaki Lima (PKL), pelayan serta warga terdampak menggelar konfrensi pers meluruskan pernyataan WS bahwa warga lokalisasi setuju dengan konpensasi yang ditawarkan oleh Pemkot Surabaya.

“Semua pernyataan Wakil Walikota itu bohong, kita tidak pernah berkompromi dengan Pemkot Surabaya, tolak penutupan lokalisasi, harga mati,” kata Suyitno Ketua Front Pekerja Lokalisasi (FPL).

“Semua yang diucapkan oleh WS itu bohong, kita tidak ada yang setuju dengan kompensasi dari Pemkot Surabaya, kami minta Wisnu membuat permintaan maaf kepada warga karena telah membuat pernyataan palsu kepada masyarakat,” tegasnya.