DI Dibidik Beberapa Parpol Menjadi Capres 2014

Rumah Dahlan Iskan

Rumah Dahlan Iskan

Surabaya – Iklim politik nasional hingga saat ini masih mencair. Beberapa Partai Politik (Parpol) baik yang nasionalis atau religius sibuk membangun komunikasi politik untuk membuat koalisi dalam rangka menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpers) tahun 2014.

Di tengah parpol tengah mencari sosok pemimpin yang akan diusung pada pilpres 2014, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangktan Bangsa Jawa Timur (DPW PKB Jatim) melakukan manuver yang mengejutkan.

PKB Jatim saat ini tengah melirik Dahlan Iskan (DI). Padahal, DI masih tercatat sebagai anggota konvensi calon presiden dari Partai Demokrat (PD). Selain itu, PKB santer mengusung Mahfud MD dan Rhoma Irama.

Thoriqul Haq Sekretaris DPW PKB Jatim mengaku sedang mengintip DI untuk diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Dia mengakui, kualitas leadership Menteri Badan Usaha Milik Negara (Men BUMN) itu tidak bisa diragukan lagi. Tidak hanya itu, elektabilitas eks Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (Dirut PLN) ini cukup diakui.

“Kepemimpinannya bagus, tidak bisa diragukan, kinerjanya juga oke,” ujarnya. “Syaratnya Pak Dahlan harus milik umum dulu, bukan milik PD, apalagi konvensi saat ini masih belum jelas arahnya, pak dahlan masih ada waktu untuk segera mengambil langkah,” paparnya.

‚ÄúMengajukan calon harus terukur, terukur dari segi elektabilitas, dan kemauan partai koalisi dengan calon yang kita usung,” tegasnya.

Mujahid Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (Waket DPW PPP) Jatim yang menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Membangun Komunikasi Partai Politik Nasionalis dan Religius” menyatakan koalisi parpol harus berdasarkan platform atau visi yang sama, bukan koalisi bagi-bagi kursi atau kekuasaaan. Hal itu bertujuan untuk membangun Indonesia Raya yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Yang ideal presidennya adalah koalisi partai nasionalis religius dan religus nasionalis,” tambahnya.

Menurutnya, partai nasionalis dan religius tidak boleh ada dikotomi. Islam tidak bisa dipisahkan dengan nasionalis. Sebab, cinta tanah air bagian dari iman. Di Jatim punya sosok DI dan Mahfud MD yang dikenal religius dan nasionalis.

Hadir pula dalam acara itu Ketua DPW PKS Jatim, Hammy Wahyunianto Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS Jatim) serta Kusmaduratmi Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PD Jatim.

Hammy meninginkan Capres dari Jatim. Dikarenakan Jatim memiliki figur yang pantas untuk menjadi presiden, seperti Mahfud MD dari PKB dan DI yang disebut sebagai kader PD.

Bagi dia, peta koalisi partai saat ini masih cair. Tantangan koalisi adalah memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Arah koalisi lebih melihat kontribusi ketimbang ideologi.

Sebab, parpol yang menamakan diri islam dan nasional secara struktur masanya sudah lewat. Tidak ada partai yang mau dibilang agamis.