KPU Jamin Perhitungan Suara Tidak Bocor Atau Dimanipulasi

Edward Dewaruci

Edward Dewaruci

Surabaya- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya menyampaikan, proses penghitungan manual suara Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 yang digelar sejak tanggal 19 hingga 21/04/2014 berlangsung transparan dan aman.

Bahkan proses penghitungan manual suara Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 yang digelar sejak tanggal 19 hingga 21/04/2014 berlangsung transparan dan aman.

Bahkan proses penghitungan suara dijamin tidak akan bocor atau dimanipulasi. Pasalnya dalam pelaksanaanya dilihat, dihadiri serta hasilnya dicatat oleh para perwakilan Partai Politik (Parpol), saksi, tim sukses dan para Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) seperti yang diungkapkan Edward Dewaruci. KPU Surabaya.

Ditanya perihal kemungkinan adanya upaya untuk mengganti data atau manipulasi data dari sisi Informasi Teknologi (IT). “Mau nembus dengan IT gimana, sebab pencatatan semua dilakukan secara manual,” tambahnya. “Tidak bisa dirubah dengan IT, karena hasilnya dicatat banyak orang,” tuturnya.

“Insya Allah ini semua berjalan lancar dan tidak ada kendala,” imbuhnya.

Sampai saat ini, masih ada 4 kecamatan tengah melakukan proses penghitungan. Diantaranya, Sawahan, Krembangan, Bubutan dan Wonokromo

Disisi lain, Pengawas Pemilu (Panwaslu) Surabaya mengaku kesulitan memproses kasus pidana pemilu berupa praktik politik uang yang dilakukan 2 orang di daerah Kelurahan (Kel) Kedung Cowek Kecamatan (Kec) Kenjeran pada saat menjelang pencoblosan Pemilu tanggal 09/04/2014.

“Ketika itu, pihak Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyarakan agar penanganan kasus dinaikkan, tapi Kejaksaan mengatakan belum bisa dengan alasan belum terpenuhi tindak pidana pemilu, unsur menjanjikan itu belum tergali,” jelas Lily Yunis anggota Panwaslu.

Masih kata Lily, pada saat Panwas melaporkan ke Polrestabes Surabaya ternyata ditolak karena melebihi waktu yang ditentukan. Bahkan, Lily meminta berita acara penolakan, namun  tidak diberi oleh Polrestabes Surabaya.

“Kemudian besoknya saya ke sana lagi, tapi saya membawa surat pengantar yang ditujukan langsung ke Kapolrestabes, dan kami berharap Kapolrestabes mendisposisikan ke Reserse dan Kriminal (Reskrim),” terangnya.

“Hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari Polrestabes untuk pelanggaran Pemilu itu, kami akan menanyakan lagi ke polrestabes,” tuturnya.

Perlu diketahui, tim gabungan Polrestabes dan Panwaslu Surabaya berhasil penangkapan warga Lebo Agung Kenjeran. Serta mengamankan stiker Calon Legislatif (Caleg) Surabaya dari Partai Golongan Karya (PG) juga amplop berisi uang Rp (rupiah) 25 ribu sebanyak 35 buah.

Kemudian juga ditangkapnya warga Sukolilo Larangan dan mendapati 2 kotak berisi kartu nama Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan beberapa contoh surat suara.

Berdasar tabel di 25 kecamatan perolehan suara partai
1. Nasdem : 28456
2. PKB : 69615
3. PKS : 48355
4. PDIP : 234837
5. Golkar : 41386
6. Gerindra : 97206
7. Demokrat : 103655
8. PAN : 46005
9. PPP : 45613
10. Hanura : 43803
14. PBB : 5445
15. PKPI : 3804