Inseminasi Buatan, Tingkatkan Jumlah Sapi Di Jawa Timur

Maskur, Kadis Peternakan Prov Jatim (inzert) dan Inseminasi Buatan pada sapi

Maskur, Kadis Peternakan Prov Jatim (inzert) dan Inseminasi Buatan pada sapi

Jawa Timur ‚Äď untuk mempertahankan predikat gudang ternak sapi sekaligus turut mensukseskan program ketahanan pangan nasional, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melakukan penguatan program pembangunan pada sektor peternakan.

Mengoptimalkan pelaksanaan manajemen teknologi Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik merupakan salah satu program utama yang dimaksimalkan karena Inseminasi Buatan adalah teknologi memasukkan mani (semen) beku pejantan ke vagina hewan betina. Teknologi Inseminasi Buatan digunakan untuk tujuan peningkatan produksi, budidaya, dan produktivitas, pembibitan.

Sasaran yang hendak dicapai program Inseminasi Buatan sebagai langkag mendongkrak kenaikan angka kelahiran sapi. Agar program Inseminasi Buatan ini bisa berjalan optimal dan diterima peternak, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan seluruh Dinas Peternakan kabupaten/kota melakukan sosialisasi kepada peternak, dan diharapkan Inseminasi Buatan tersebut mampu menarik minat peternak untuk mau melakukan kawin suntik hewan ternaknya.

Dengan adanya Inseminasi Buatan bisa dipastikan populasi sapi di Jawa Timur mengalami peningkatan. ‚ÄúDengan Inseminasi Buatan, potensi Jawa Timur sebagai gudang ternak mampu dipertahankan, dan jumlah populasi sapi akan meningkat. Program Inseminasi Buatan diharapkan disamping berhasil meningkatkan populasi, juga bertujuan memperbaiki dan mempertahankan plasma nutfah lokal,‚ÄĚ kata Maskur, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur beberapa pekan lalu.

Maskur yang didampingi Kusdiyarto, Kepala UPT Inseminasi Buatan, mengatakan, angka kelahiran sapi untuk tahun 2013 lau berkisar 1 juta ekor sedang target untuk tahun 2014 berkisar 1,15 juta ekor.

Dari data dinas, per Januari 2014 angka kelahiran sapi mencapai 73,347 ekor, untuk yang bunting masih menunggu. Maskur optimis target kelahiran sapi 1,15 juta ekor pada akhir tahun 2014 dipastikan bisa terlampaui. pelaksanaan Inseminasi Buatan harus maksimal, dengan satu tujuan upaya peningkatan persentase pertumbuhan dari 6,18 persen pertahun pada periode 2009 ‚Äď 2013 dapat dinaikkan menjadi 6,26 persen pada periode 2014 -2018.

Adapun populasi sapi potong tahun 2014 sebesar 4.071.391, tahun 2015 sebanyak 4.326,260, tahun 2016 sebanyak 4.597,084, tahun 2017 sebanyak 4.884,861, dan tahun 2018 sebanyak 5.190,653, dengan demikian terjadi kenaikan populasi mampu direalisasikan sesuai rencana.

Maskur menyampaikan bahwa semua betina bisa dilakukan Inseminasi Buatan. Yang pasti, betina penerima harus sehat, tempat reproduksinya sehat, bagus, tidak mandul. dilakukan pada saat betina sedang birahi, yang dikenal dengan istilah, 4A, 2B, 1c.

Untuk mewujudkan angka kelahiran melalui Inseminasi Buatan, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur mengoptimalkan kinerja 1,349 petugas Inseminator yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

Program Inseminasi Buatan, merupakan salah satu program strategis dan tepat guna yang mampu meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak serta mendukung populasi nasional. Melalui kegiatan Inseminasi Buatan, penyebaran bibit unggul ternak sapi relatif berbiaya murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak./^