Komisioner KPU Apresiasi Pemilih Untuk Coblos Ulang

Arief Budiman

Arief Budiman

Surabaya – Arief Budiman Komisioner Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mengapresiasi para pemilih yang rela datang untuk kedua kalinya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam coblosan ulang di Surabaya.

“Saya ucapkan terima kasih atas partisipasi bapak dan ibu semua karerna masih mau milih lagi, ini menunjukkan kalau Pemilihan Umum (Pemilu) itu santai dan menyenangkan,” kata Arief Budiman.

Di TPS 15 hanya dihadiri oleh 3 saksi, dari Partai Golongan Karya (PG), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).  Ketika coblosan 9 April, saksi dari seluruh partai hadir. Di TPS 15, Daftar Pemiliah Tetap (DPT) mencapai sebanyak 489 pemilih.

“Saya harap kepada para panita Pemungutan Suara (PPS) untuk lebih teliti dan seksama dalam meneliti surat suara lagi, mungkin kemarin petugasnya lupa membuka,” pesan Arief.

“Saya juga senang dengan adanya doorprice bagi pemilih sehingga tingkat partisipasinya tinggi,” tuturnya.

Arief Budiman menambahkan, masalah Pemilu di tingkat nasional berjalan dengan lancar. Semua daerah yang melakukan coblosan ulang antara tanggal 10 hingga tanggal 13 tidak ada masalah.

Disinggung perihal terjadinya coblosan ulang. Arief menuturkan bahwa kejadian ini adalah manusiawi dan murni persoalan teknis semata.

Karena di seluruh Indonesia, jumlah TPS mencapai lebih dari 540 ribu TPS. Sedangkan yang harus melakukan coblosan ulang hanya sekitar 500 TPS.

“Jadi ini benar-benar murni persoalan teknis. Bila dihitung jumlahnya hanya 0,1 persen. Tidak sampai 1 persen. Juga untuk jumlah surat suara yang tertukar tidak sampai puluhan,” ungkapnya.

Eko Waluyo Ketua KPU Surabaya optimis untuk tingkat partisipasi pemilih masih tinggi di coblosan ulang. Selain itu berdasarkan data yang ada di KPU, untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) kali ini tingkat partisipasi pemilih lebih besar bila dibandingkan pada pemilu 2009 silam.

“Pileg tahun ini pemilihnya lebih dari 65 persen, sedangkan pada pemilu 2009 silam pemilihnya mencapai 48 persen, berarti ada kenaikan untuk Pemilu di Surabaya,” jelas Eko.