Tutup Saja Akes PT KAI

adiesSurabaya – Sikap arogan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk kembali mengumpulkan aset tanahnya yang kini telah difungsikan untuk pemukiman oleh masyarakat mulai disikapi keras oleh dewan Surabaya karena dianggap hanya menguntungkan perusahaann tapi sebaliknya malah mengorbankan masyarakat sendiri.

“Minggu depan kami akan bertandang ke kantor pusat PT KAI di bandung untuk menanyakan nasib warga stren rel yang saat ini belum mendapatkan ganti sebagaimana mestinya,” kata Adies Kadir anggota Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan (Hum Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surabaya.

“Jika ada masalah, mari kita bicarakan bersama, jangan malah menghindar dengan tidak pernah hadir dalam setiap undangan musyawarah, karena dewan sifatnya hanya memediasi untuk mendapatkan solusi terbaik dan saling menguntungkan,” tambahnya.

“Walapun aset PT KAI didukung oleh Undang-Undang (UU), namun tetap wajib bagi mereka untuk menunjukkan surat bukti kepemilikannya dan siapa yang diuntungkan dengan statusnya yang kini menjadi PT Persero,” paparnya.

“Karena masalah ini menyangkut nasib masyarakat Surabaya yang telah bermukim selama bertahun-tahun bahkan sudah turun menurun, apalagi ternyata mereka tidak pernah memikirkan harus pindah kemana warga yang telah digusur,” tandasnya.

“Demi kepentingan masyarakat Surabaya termasuk warga stren rel PT KAI diperak barat Surabaya, saya minta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menutup saja akses rel PT KAI yang masuk wilayah kota Surabaya, karena sikap PT KAI sudah terbilang keterlaluan dan tidak punya hati nurani,” ancamnya.