BPJS Kacau Dilapangan

BPJSSurabaya – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang diprogramkan oleh pemerintah pusat, ternyata masih menyisahkan banyak permasalahan di masyarakat.

Fakta tersebut terbukti dalam dengar pendapat di Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

I Made Puja Yasa Kepala Cabang BPJS Cabang Surabaya menyampaikan, yang berubah dengan jaminan kesehatan yang dulu ada pada pembayaran, dan variasinya bayak sekali.

“Kita hanya melayani yang sudah terdaftar saja,” akunya. “Bagi yang kategori anak jalanan, masyarakat Tempat Tinggal Tidak Tetap (T4) yang menangani Pememrintah Provinsi (Pemprov),” tambahnya.

Bahkan ketika disinggung tentang pasien rujukan yang diungkapkan oleh Baktiono Ketua Komisi D. Puja hanya menerangkan secara prosedural semata.

Tidak hanya Baktiono, Yayuk Puji Rahayu yang juga anggota Komisi D mengatakan, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak tertangani di bidang kesehatan.

“Bagaimana kalau mereka sudah membayar bulannya, tapi tidak mendapat ruang di Rumah Sakit (RS), BPJS juga harus bertanggung jawab, tidak hanya menerima iuran saja,” tanyanya.

Masduki Toha anggota Komisi D bahkan menyampaikan, kalau program tersebut sangat kurang sosialisasi. “Setelah saya mendapat undangan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) tentang BPJS, ketika saya ada di masyarakat dan menanyakan tentang BPJS, mereka sama sekali tidak mengerti,” jelasnya.

Perlu diketahui, jawaban dari yang disampaikan oleh pihak BPJS sama sekali tidak dapat dipertangung jawabkan, bagaimana dengan hak dari masyarakat itu sendiri.