BII Memutuskan Sepihak

BIISurabaya – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tampaknya akan semakin ramai saja. Itu terbukti pada karyawan Bank Internasional Indonesia (BII) yang di PHK secara sepihak.

Dihadapan Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, beberapa karyawan BII mengadukan nasibnya.

“Kami ini di PHK sepihak, dan uang pesangon ditransfer melalui rekening masing-masing,” kata Supriyanto. “Tanggal 20/12/2013 lalu surat PHK diserahkan,” tambahnya.

Masih kata Supriyanto, kalau mengenai PHK harusnya dirundingkan terlebih dahulu. “Untuk BII cabang surabaya yang di PHK ada 42 orang, secara nasional 320 orang,” imbuhnya.

“Bukan pesangonnya yang kita permasalahkan, tetapi prosedurnya yang tidak sesuai, bahkan juga pada Perjanjian Kerja Bersama (PKB),” tambahnya.

Karmidi juga menjelaskan, kalau alasannya efisiensi,ang lebih dulu dari atas ke bawah.

“Yang di PHK dari keamanan, sopir, pelayan kantor dan juga ekspedisi,” tambahnya.

Baktiono ketua Komisi D menyampaikan, ini menyangkut masalah nasional. “Yang berhak adalah Jakarta, sedangkan surabaya tidak bisa berbuat banyak,” tambahnya.

Bahkan untuk meminta mediasipun Komisi B tidak berani menjanjikan keinginan dari karyawan yang di PHK BII.