Tidak Pro Kepemudaan

asroriSurabaya – Gerakan Pemuda (GP) Anshor Surabaya mulai menyoroti kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terutama terkait kebijakan Walikota Surabaya.

Asrori Ketua GP Anshor Surabaya mengatakan, bahwa dari pantauan GP Anshor Surabaya, Pemkot Surabaya dibawah kepemimpinan Tri Rismaharini (Risma) dirasa kurang memperhatikan organisasi kepemudaan yang ada di kota Surabaya.

 

“Selama ini kita hanya memperhatikan saja, sepertinya Walikota saat ini kurang melibatkan organisasi kepemudaan dalam setiap kegiatan Pemkot Surabaya,” ujarnya.

 

“Organisasi kepemudaan itu terlibat dalam dinamika poliik yang ada, dan jabatan Walikota adalah jabatan politis jadi masih ada benang merahnya,” imbuh Asrori.

 

Asrori mencontohkan, bahwa dalam setiap kegiatan maupun acaa yang digelar oleh Pemkot Surabaya selalu melibatkan even organizervyang notabene hanya menguntungkan segelintir orang saja.Seperti pada acara panggung hiburan HUT Surabaya beberapa waktu lalu, serta acara tahun baru yang digelar kemarin.

 

“Seyogyanya setiap kegiatan melibatkan organisasi kepemudaan yang ada, itu baru namanya memberdayakan pemuda,” tegasnya.

 

Dalam kebijakannya, Walikota Tri Rismaharini dinilai hanya mementingkan para oknum politisi praktis saja.

 

GP Anshor Surabaya juga mengkritisi minimnya program Pemerintah Kota Surabaya yang diperuntukan bagi pengembangan pemuda. Menurut Asrori kebijakan Walikota saat ini hanya bersifat mencari ketenaran dan prestige saja.

“Bisa dilihat program pengembangan pemuda sangat minim atau hampir tidak ada, hampir semua program berujung pada ketenaran Walikota saja, seharusnya yang dipikirkan seorang pemimpin adalah menyelamatkan generasi muda dengan cara mempuat program yang mendidik serta pengembangan,” pungkasnya.