Sanitasi Tidak Terkoneksi

Surabaya – Seiring datangnya musim hujan, genangan muncul di sejumlah pemukiman terlebih diwilayah Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Legislatif Surabaya. Saat Inspeksi Mendadak (Sidak) dilokasi Rukun Warga (RW) XI dan RW XIII Kelurahan Medokan Ayu.

Sejumlah tokoh masyarakat setempat menyampaikan keluhan. Ahmad Suparto Ketua RW XI mengatakan, sejak tahun 2000, pihaknya selalu mengusulkan perbaikan gorong-gorong kampung, namun tidak kunjung terealisasi.

“Saat musim hujan seperti sekarang ini, genangan, bahkan banjir selalu terjadi dijalan VII A, VIII B dan sekitarnya,” kata Suparto.

“Ini karena tanah diwilayah RW XI memang lebih rendah, sementara air dari jalan VII dan VIII B tidak bisa mengalir ke timur karena tambak yang berbatasan dengan pantai pasang,” tuturnya.

“Saluran air di kampung belum terkoneksi keseluruhan, ini karena masih adanya kaveling-kaveling kosong di pemukiman yang padat ini,” papar Mulyono Ketua rukun Tetangga (RT) I RW XIII.

Menyikapi hal ini, anggota Komisi C DPRD Surabaya Sudirjo mengingatkan terputusnya saluran air bisa berdampak ke kesehatan warga.

“Mestinya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus segera sikapi berdasar usulan warga, pihak kelurahan jangan takut kehilangan jabatan, kalau itu menjadi usulan warga, harus disampaikan,” pinta Sudirjo anggota Komisi C.

“Anggaran Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) hanya Rp (rupiah) 750 juta setiap kelurahan, karena itu, usulan jauh lebih efektif melalui Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas),” terangnya.

Herlina Harsono Njoto yang juga anggota Komisi C mengingatkan pembangunan saluran harus menyeluruh, dipadukan dengan rumah pompa.

Tanpa rumah pompa, pembangunan saluran kurang berfungsi optimal. Herlina juga menilai perlunya saluran induk di tengah jalan.

Syaiful Danuri Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rungkut berjanji menyampaikan keluhan warga ke Pemkot Surabaya. “Di sini merupakan pemukiman baru,” jelasnya.