Tetapkan Tersangka Restitusi Pajak

Jakarta, portalnasional.co – Kasus suap restitusi pajak Pembangunan tol Solo – Kertosono memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Beberapa orang tersebut adalah, Tri Atmoko sebagai Kuasa Joint Operation China Road and Bridge Corporation (CRBC), PT Wika dan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Selanjutnya, Abdul Rachman sebagai Supervisor Tim Pemeriksa Pajak, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pare dan Suheri (orang kepercayaan Tri Atmoko).

Semua itu berawal dari Tri Atmoko, menurut Asep Guntur yang menjabat Direktur Penyidikan (Dirdik), yang mempunyai inisiatif memberikan uang ke Abdul Rachman untuk mendapatkan izin restitusi kelebihan pajak tahun 2016.

“Abdul Rachman kemudian menyetujui keinginan Tri Atmoko,” kata Asep. “Dengan kesepakatan imbalan berupa permintaan fee 10 persen atau setidaknya Rp 1 miliar,” terangnya.

Adapun mekanisme penyerahan melalui Suheri sebesar Rp (rupiah) 895 juta yang akan diserahkan ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. Namun transaksi penyerahan berpindah tempat, yaitu di dekat kantor Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung).

Akibat perilaku para tersangka, KPK menjerat dengan Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 direvisi menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).