Tata Kota Di Acak-Acak, Pemerintah Kota Surabaya Mandul

Surabaya, portal nasional. Proyek pembangunan saluran air yang dilakukan di Ngagel Rejo Utara gang 6, kelurahan Ngagel, kecamatan Wonokromo – Surabaya, diduga kuat menyalahi aturan dan terjadi penyimpangan anggaran.

Hal ini dikarenakan saluran air yang dibangun dilakukan pada sisi bahu sebelah timur, sedangkan sisi bahu sebelah barat tidak dilakukan panjang satu sisi bahu sekitar 50 meter.

Disamping tidak melakukan pemasangan box culver di 2 sisi bahu jalan dengan total panjang 100 meter, pihak ketua RT setempat melakukan pembuatan saluran pembuangan air baru di gang tembus dengan panjang sekitar 20meter dan dengan ukuran box culver yang berbeda.

Menurut beberapa warga setempat, gang tembus sejak jaman Belanda hingga walikota dijabat oleh Risma tidak pernah dipakai sebagai saluran air.

“Hla kok sekarang jamannya pak Erik sebagai walikota Surabaya, jabatan setingkat RT berani bikin saluran pembuangan air”, jelas sumber.

Di gang sebelah selatan ada parit lama yang sepertinya buntu, tapi pihak RT tidak melakukan perbaikan melainkan membiarkan saluran pembuangan air tersebut buntu.

Dipastikan Tata Kota di Surabaya sudah amburadul dan kebijakan pemerintah kota terkait pembangunan box culver tidak beres.

Adanya indikasi proyek “habiskan anggaran” tersebut harus segera ditindak lanjuti sebelum aturan pemerintah kota di injak-injak kepentingan dan keuntungan pribadi dari kelompok tertentu.