KIP Pantau HET Minyak Goreng

Khofifah Indar Parawansa

Surabaya, portalnasional.co – Harga minyak goreng sampai saat ini masih terus dalam pantauan dari pemerintah. Walau telah mengalami penurunan harga yang sebelumnya melambung tinggi hingga Joko Widodo (Jokowi) Presiden Republik Indonesia (RI) melarang ekspor minyak goreng dan turunannya.

Khofifah Indar Parawansa (KIP) Gubernur Jawa Timur (Jatim) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim mendatangi salah satu pasar yang ada di Surabaya, tepatnya di Pasar Sopoyono, Rungkut. KIP mengutarakan bahwa harga minyak goreng curah Rp (rupiah) 15.500 tiap liternya.

“Jadi posisinya sudah mengalami penurunan dari harga yang pernah mencapai Rp 20 ribu per liter,” kata KIP. “Hari ini yang kita konfirmasi ada yang sesuai HET,” tambahrnya.

Melihat dari data Sistem Informasi Minyak Goreng Murah (Sinira) yang terkonfirmasi di 116 pasar tradisional di wilayah Jatim. Saat ini rata-rata harga minyak goreng antara Rp 16 ribu hingga Rp 16.700. Agar harga salah satu kebutuhan masyarakat ini terjangkau, yang terpenting adalah dengan adanya pasokan minyak goreng terus mengalir.

KIP mengungkapkan, bahwa pasokan minyak goreng di Jatim masih belum tercukupi. Sebab 10 industri minyak goreng sampai saat ini hanya menghasilkan 19,2 ribu ton, sedangkan minyak goreng di Jatim 35,4 ribu ton.

“Jadi masih ada kekurangan pasokan yang lain,” ungkapnya. “Sehingga dalam rapat kordinasi (rakor) terus melakukan yang dipimpin Pak Menko Marves (Menteri Negara Koordinator Kemaritiman dan Investasi),” katanya.

“Kami jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Panglima Daerah Militer (Pangdam dan Kapala Kepolisian Daerah (Kapolda) coba memaksimalkan pasokan minyak goreng,” terangnya. “Supaya bisa terpenuhi,” pungkasnya.