Komisi Pertanyakan Mendesaknya RS

Khusnul Khotima

Surabaya, portalnasional.co – Keberadaan Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 Siloam yang ada di pasar modern City Of Tomorror (Cito) mulai dibahas oleh Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Pada rapat tersebut secara daring (tidak tatap muka) yang hadir diantaranya, manajemen RS Siloam, manajemen Cito, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya serta juga Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi)

Khusnul Khotimah Ketua Komisi D DPRD Surabaya sempat menanyakan tentang mendesaknya keberadaan RS Siloam tersebut.¬†¬†“Kita semua mengetahui kalau pandemi covid-19 sudah melandai,” kata Khusnul.

“Dari 162 tempat tidur di Intensive Care Unit (ICU) RS rujukan covid-19 yang mempunyai ventilator terisi 128 tempat tidur, jadi ada 36 tempat tidur yang kosong,” tambahnya.

Masih kata Khusnul, hal yang sama juga terjadi pada tempat tidur ICU tanpa ventilator dan terisi 17, sedangkan 40 tempat tidur kosong.

Dengan kondisi seperti itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya supaya melakukan kajian terhadap terhadap keberadaan RS tersebut.

Khusnul mengatakan, untuk RS di wilayah Surabaya Barat dan Timur sangat dibutuhkan. Bahkan sempat menyinggung akan berubahnya menjadi RS umum begitu pandemi ini berakhir.

“Intinya adalah bagaimana RS swasta harus memberkan layanan terbaik bagi masyarakat, terlebih pada masyarakat yang tidak mampu,” jelasnya.