PTUN Kalah Akibat Terlalu Percaya Diri

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Dalam sidang perebutan lahan di depan Balai Pemuda antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT Maspion di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Rupanya PT Maspion memenangkan sengketa tersebut.

Kalahnya Pemkot Surabaya membuat Vinsensius anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara.¬†“Saya hanya melihat Pemkot terlalu sesumbar diawal,” kata Vinsensius.

“Seakan-akan perencanaan membangun Alun-Alun di tempat sengketa antara Pemkot dengan pihak Maspion akan dimenangkan oleh Pemkot,” tambahnya.

“Pemkot tampaknya terlalu percaya diri, dan hasilnya menelan kekalahan,” ungkapnya.

“Namun Pemkot juga jangan berkecil hati, perlawanan hukum tentu masih bisa diupayakan lagi,” tuturnya.

Masih kata Vinsensius, Undang-Undang (UU) nomor 51 tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) menyatakan pihak yang bisa mengajukan banding terhadap putusan PTUN adalah penggugat dan tergugat.

Di pasal 122 UU PTUN¬†menyebutkan: “Terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dapat dimintakan pemeriksaan banding oleh penggugat atau tergugat‚ÄĚ.

“Artinya, Pemkot masih bisa ajukan banding, namun agar tidak menelan kekalahan beruntun, siapkan materi pendukung yang kuat dan beralasan,” urainya.

“Jadi dalam upaya banding nanti, Pemkot harus siapkan fakta-fakta dan dasar hukum yang sebenarnya dan yang menguatkan,” jelasnya.