Semakin Membahayakan Generasi Penerus

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Bangunan Cagar Budaya (CB) merupakan bangunan bersejarah Radio pengobar semangat, dimana Bung Tomo menyerukan semangat agar tidak takut pada penjajah.

Tri Rismaharini (Risma) Wali Kota Surabaya sempat mengatakan bahwa bangunan yang sebenarnya berupa paviliun.

Risma menambahkan, bahwa Bung Tomo bersiaran di rumah paviliun, yang beralamat di jalan Mawar 12, bukan di rumah di jalan Mawar 10 yang pernah dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Surabaya nomer 188.45/1998.

Hal itu membuat Vinsensius anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat suara.

“Pernyataan ini dikuatirkan mengganggu jalannya persidangan kasus pembongkaran rumah cagar budaya di jalan Mawar 10 Surabaya,“ kata Vinsensius.

Masih kata Vinsensius, sedangkan di dalam sidang gugatan pada tanggal yang pada 09/11/2017 lalu memasuki sidang ke empat.

“Pernyataan Wali Kota membahayakan bagi generasi penerus yang senantiasi diajak untuk menghargai sejarah,“ tambahnya.

“Khususnya nilai nilai kepahlawanan yang terjadi di kota pahlawan Surabaya“ tuturnya.

“Jika buku buku sejarah sudah menuliskan jalan Mawar 10 Surabaya, “ terangnya.

Masih kata Vinsensius, bila Wali Kota tidak bisa menunjukkan data dan sumber-sumber sejarah.

“Itu berarti Wali Kota telah melakukan pembohongan sejarah,“ jelasnya.