Disdag Tegas Tutup 3 Pasar

PasarSurabaya – Dalam dengar pendapat di Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Pada akhirnya Dinas Perdagangan (Disdag) Surabaya akhirnya mengeluarkan surat pembekuan Ijin Usaha Pengelolaan Pasar Rakyat (IUP2R).

IUP2R dikeluarkan terhadap Pasar Tanjungsari 74, Pasar Tanjungsari 36 dan juga Pasar Dupak Rukun 103.

Pembekuan tersebut adalah tindaklanjut dari Surat peringatan tiga (SP-3) yang sudah dikeluarkan oleh Disdag Surabaya.

‚ÄúKami sudah melakukan tahapan-tahapan sesuai peraturan,” kata Muhammad Sultoni Kepala Seksi (Kasi) Disdag Surabaya.

“Tahapan kali ini adalah kami sudah membuat surat pembekuan dan saat ini surat itu sudah ada di meja Kepala Disdag dan sore ini dikirim kepada tiga pasar itu,‚ÄĚ tambahnya.

‚ÄúIni sekarang masih tahap pembekuan,” tuturnya. “Silahkan baca sendiri dan foto juga tidak apa-apa Peraturan Daerah (Perda) nomer 01 tahun 2015 tentang Pengelolahan dan Pemberdayaan Pasar Rakyat,‚ÄĚ terangnya.

Masih kata Sultoni, dirinya juga mengaku tidak tahu apakah setelah diterbitkan surat pembekuan itu masih boleh beroperasi atau tidak.

‚ÄúSaya tidak tahu, belum tanya ke bagian hukum, apakah boleh berjalan pasar itu atau tidak, saya tidak tahu,‚ÄĚ jelasnya.

‚ÄúKalau sudah ilegal, maka Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus tegas menindak,” kata Tri Didik Adiono Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya.

“Yang paling penting juga tiga pasar itu tidak boleh beroperasi lagi,‚ÄĚ ungkapnya.

Didik menambahkan, dirinya memastikan bahwa keputusan pembekuan itu sudah final.

Kadek Buana Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Osowilangun (PIOS) bernafas lega dengan adanya keputusan tersebut.

‚ÄúJangan sampai kami dibuat menunggu dan terlunta-lunta lagi. Kami sudah capek dan bingung harus mengadu kepada siapa lagi,” ungkapnya.

“Kami mohon ada tindakan tegas dari Dinas Perdagangan terhadap masalah ini,‚ÄĚ pungkasnya.