Pedagang Tuntut Penutupan Pasar Ilegal

Surabaya РPedagang Pasar Induk Osowilangun (PIOS) mendatangi Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Surabaya dengan tujuan mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar segera menutup beberapa pasar grosir ilegal yang berada dibeberapa tempat. Sebab berdampak terhadap penjualannya yang semakin sepi.

‚ÄúMakanya, saya mengadukan kepada DPRD Surabaya ini untuk meminta keadilan menutup pasar-pasar grosir yang illegal itu,‚ÄĚ kata Kadek sebagai salah satu pedagang PIOS Kadek.

Masih kata Kadek, pasar grosir illegal itu adalah pasar-pasar yang tidak mengantongi izin menjual grosir dan hanya mendapatkan izin menjual eceran.

Namun, kenyataannya di lapangan mereka juga menjual grosir, sehingga pasar tersebut sudah melanggar Peraturan daerah karena tidak sesuai dengan perizinannya.

‚ÄúSaya minta peraturan daerahnya segera ditegakkan, ” ungkapnya. ” Kalau izinnya eceran, ¬†ya, ¬†harus jual eceran, kalau izinnya grosir maka harus jual grosir,‚ÄĚ turturnya.

‚ÄúAwalnya kami sangat laris dan ramai, tapi setelah semakin banyak pasar grosir ilegal, kami mengalami penurunan hingga 80 persen,‚ÄĚ kata Trisila merupakan salah satu pengelola PIOS.

‚ÄúKami bawa file foto dan video yang membuktikan bahwa ada beberapa pasar sudah melakukan grosir,‚ÄĚ terangnya.