Tidak Beretika, Main Tinggal

Salah Seorang Legislatif Depok

Salah Seorang Legislatif Depok

Surabaya – Budaya ketimuran sepertinya tidak berlaku lagi di tanah Indonesia. Rasa saling menghormati serta menghargai bukanlah merupakan sesuatu yang harus dijunjung tinggi sebagai bangsa yang bermartabat.

Semua itu bermula dari beberapa delegasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok yang datang untuk bertemu dengan Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Surabaya.

Tiba-tiba salah satu dari perwakilan tersebut keluar dari ruang pertemuan untuk menyampaikan rasa kecewanya kepada sejumlah wartawan atas sikap Agustin Poliana ketua Komisi D yang dianggap tidak menyambut dan menerima sebagaimana mestinya.

“Masak pertanyaan kami dimentahkan dan ditinggal pergi dengan alasan ada agenda dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kami tau itu,” kata Rizki M Noor legislatif Depok.

“Tapi, ya kami ini dihargai, kami ini datang kesini juga capek, dan harus mendapatkan hasil, karena biasanya kami juga ditanya sejumlah media terkait hasil kunjungan kami ini,” ungkapnya

Riszki menambahkan, padahal kedatangan anggota legislatif surabaya saat melakukan kunjungan, sangat kami hargai bahkan kami sambut dengan baik. “Kok balasannya seperti ini, jujur kami semua sangat kecewa dan merasa sia-sia,” pungkasnya.

Agustin menyanggah kekesalan yang diungkapkan oleh Riszki. Dirinya mengatakan bahwa dirinya sudah menerima dengan baik dan dianggap tidak menyampaikan pertanyaan apapun, karena sudah dituangkan melalui fax.

Fakta lain, Masduki Toha Wakil Ketua DPRD Surabaya dan juga Baktiono yang dengan spontan mendatangi legislatif Depok. Masduki Toha menyempatkan diri untuk meminta maaf jika ada sikap dan tindakan anggota DPRD Surabaya yang dianggap kurang baik saat melakukan penyambutan dan menerimanya.