Risma Bilang Naik, Dewan Sebaliknya

tut wuri handayani.Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (RAPBD TA) 2015 akan menekankan pada pendidikan dan khususnya untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Diploma 3 (Sarjana Muda).

Selain itu, Pemkot Surabaya juga memprioritaskan pada pembangunan infrastruktur. Dengan total APBD yang diajukan sebesar Rp (rupiah) 7,1 triliun jika disahkan oleh DPRD, ada peningkatan dibadingkan sebelum hanya sebesar Rp 6,6 triliun.

Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya menyampaikan, nota keuangan RAPBD TA 2015 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya dalam rapat paripurna.

“Untuk pendidikan ini agar anak-anak SMK dapat bekal dan melanjutkan ke jenjang Diploma 3, untuk infrastruktur adalah menyelesaikan jalur lingkar luar baik lingkar barat maupun lingkar timur,” kata Risma pasca paripurna.

Selain penyelesaian jalur lingkar timur dan barat, Pemkot Surabaya juga memperhatikan pembangunan jembatan di sejumlah kawasan.

“Kalau tidak salah ada 8 jembatan yang menghubungkan antar wilayah,” tambahnya. “Untuk box culvert tahun ini saya berharap bisa selesai semua,,” terangnya.

Reni Astuti anggota Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mengatakan sebenarnya dalam presentasi anggaran didunia pendidikan jika dibandingkan pada APBD tahun sebelumnya secara presentasi mengalami penururun.

“Jika APBD TA 2014 anggaran untuk pendidikan sebesar 32 persen namum untuk RAPBD TA 2015 ke APBD hanya 30,1 persen,” kata Reni.

“Setidaknya jika anggaran naik tentunya presentasi persenya juga harus naik atau seimbang, bukannya nilai APBD naik tapi presentasi persennya turun,” ungkapnya.