Berjalan Alot, Berakhir Voting

Rapat Paripurna Dengan Angenda Pembacaan Tatib Dewa

Rapat Paripurna Dengan Anggenda Pembacaan Tatib Dewan

Surabaya – Rapat paripurna dengan agenda penetapan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Tatib DPRD) Surabaya yang dipimpin oleh Armuji Ketua DPRD Surabaya memanas.

Reni Astuti anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, membagikan contoh hitungan jumlah anggota Badan Musyawarah (Banmus) dan Badan Anggaran (Banggar) dengan azas proporsional.

Karena hitungan sebelumnya dianggap mendahulukan kepentingan kelompok mayoritas dengan menambah 1 orang untuk fraksi yang mempunyai jatah wakil ketua.

Akhmad Zakaria yang juga anggota FPKS merasa keberatan bahkan tersinggung dengan ungkapan soal alasan bahwa jumlah anggota Banmus dan Banggar adalah upaya untuk meminimalis anggota agar bisa mempercepat jumlah kourum rapat.

Karena dalam pengalaman sebelumnya tidak sedikit rapat Banggar dan Banmus batal hanya karena bertabrakan jadwal atau pelaksanaannya molor.

“Saya memang anggota baru, kalau niat meminimalisir jumlah anggota Banmus dan Banggar dengan alasan prilaku anggota dewan, tentu kami tersinggung,” ungkapnya.

“Jangan menyamakan kami anggota baru dengan anggota dewan sebelumnya yang berperilaku seperti itu, tolong pernyataan itu diralat, dan kami tetap meminta agar jumlahnya di maksimalkan,” teriak Zakaria.

“Kepada seluruh anggota dewan yang hadir, terutama bagi anggota dewan non pansus, sebaiknya jangan lebih dahulu masuk kepada substansi materi, karena materi Tatib belum dibacakan, rapat harus berjalan tertib dengan pimpinan ketua dewan,” kata Adi Sutarwijono Ketua Panitia Khusus Tata Tertib (Pansus Tatib).

“Kami sadar jika kami ini adalah anggota minoritas yang tentu tidak akan menang dengan mayoritas, tetapi sebagai anggota saya masih mempertanyakan bagaimana cara menghitung jumlah angota Banggar dan Banmus sehingga ketemu angka 21 dan 15,” tanya Lutfiyah dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Setelah rapat diskors beberapa menit untuk memberikan kesempatan anggota dewan yang melakukan ibadah sholat Ashar.

Waktu ini juga digunakan untuk melakukan serangkain loby lintas fraksi agar rapat bisa segera menghasilkan keputusan. Tidak lama kemudian, rapat paripurna kembali dilanjutkan dan loby berhasil dilakukan dan rapat memutuskan jumlah anggota Banmus tetap 15 melalui memakai mekanisme voting.