Minta Dikaji Ulang Kenaikan Setoran Parkir

Tempat Pakir

Tempat Pakir

Surabaya – Perwakilan penjaga parkir mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Surabaya terkait kenaikan setoran uang parkir di seluruh titik parkir di wilayah Surabaya beberapa waktu lalu.

Kali ini permasalahan tersebut kembali dibahas diruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Surabaya yang dihadiri dari beberapa birokrat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Solusi untuk merubah parkir adalah dengan merubah sistem, sistem baru bisa dirubah ketika Peraturan Daerah (Perda) Parkir itu sudah diperbaiki,” kata Edi Rachmat dari fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Masih kata Edi, salah satu poin penting yang perlu dievaluasi dalam Perda adalah soal asuransi. Meski dalam peraturan daerah dicantumkan, namun dalam realisasinya asuransi tidak diberikan ketika ada barang atau kendaraan yang hilang.

Edi menambahkan, tidak pernah cairnya asuransi karena Pemkot Surabaya tidak pernah membayar premi. “Kalau preminya Rp (rupiah) 600 juta sementara kendaraan yang hilang sedikit, mungkin itu pertimbangan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya,” tandasnya.

Junaedi Ketua Paguyuban Jukir Surabaya (PJS) meminta agar Dishub mengkaji ulang rencana tersebut. Terlebih rencana kenaikan setoran itu diberlakukan secara merata di beberapa lokasi parkir di Surabaya.

“Kami minta penjelasan dulu dari Dishub kenapa dinaikan, karena dulu waktu kita minta penjelasan kita tidak diberi tahu,” paparnya.

Eddi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menjelaskan, bahwa usulan kenaikan disesuaikan dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. Sebab untuk tahun 2015, anggota dewan mengamanatkan agar ada kenaikan PAD.

Eddi menjelaskan, terkait kenaikan setoran uang parkir tidak akan dipukul rata. Dalam artian, kenaikannya akan disesuaikan dengan masing-masing area parkir yang ada.