Saksi Pasangan Prabowo-Hatta Tinggalkan Ruangan

Rekapitulasi Hitung Ulang Suara

Rekapitulasi Hitung Ulang Suara

Surabaya – Menjelang akhir pelaksanaan rekapitulasi hitung ulang Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) tinggal Surabaya dan Sampang.

Ternyata mulai menaikkan tensi 2 saksi Calon Presiden (Capres) pasangan Prabowo-Hatta yakni Basuki Babussalam dan Irwan Setiawan saat meminta penjelasan soal pelaksanaan rekomendasi Panwaslu.

“Kami meminta penjelasan sekaligus bukti kongkrit nama-nama di Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) yang berstatus Daftar Pemilih Tetap (DPT), apakah hal ini sudah benar-benar dilakukan pengecekan secara benar atau tidak, karena validasinya kami pertanyakan,” kata Basuki.

Eko Waluyo ketua KPU Jatim sepakat dengan pertanyaan saksi pasangan Capres pasangan Prabowo-Hatta dan meminta agar Panwaslu menjelaskan.

“Pemilihan Umum (Pemilu) itu one man one vote, terkait keterangan data yang tertulis tentu telah kami lakukan check list sebagaimana seharusnya,” jawab Wahyu Hariyadi Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Surabaya.

Eko Waluyo sebagai pimpinan rapat pleno memberikan kesempatan kepada KPU Surabaya untuk memberikan jawaban.

Sayangnya jawaban yang diberikan terkesan membacakan seluruh berita acara di sejumlah Tempat Pemilihan Suara (TPS) dan tidak disertai dengan petunjuk agar melaporkan hasilnya ke siapapun termasuk kepada para saksi.

Mendengar jawaban KPU Surabaya, Basuki Babussalam menyatakan sangat menyesalkan atas sikap KPU Surabaya dan Panwaslu yang dianggap tetap tidak bisa memberikan jawaban apalagi diakhiri dengan kesimpulan bahwa tidak ada kewajiban KPU memberikan laporan hasil pencermatan.

Saat itu juga Basuki Babussalam berpamitan untuk meninggalkan ruang rapat pleno. Andreas Pardede anggota Panwaslu Jatim telah mengingatkan agar tidak meninggalkan ruangan dan menunggu hingga rekap suara Pemilihan Presiden (Pilpres) tuntas untuk 38 Kabupaten dan Kota.

“Ini merupakan aksi puncak kekesalan kami, karena keberatan-keberatan kami soal adanya dugaan pemilih siluman dengan modus daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) tidak direspon KPU Jatim. Ada 209 ribu pemilih di Jatim yang gunakan DPKTb dan ini begitu sangat masif,” tegasnya

“Bawaslu tidak perlu menghalangi saksi untuk keluar ruangan, itu hak saksi, kalau begitu, Bawaslu tidak netral,” ujar Didik Prasetyono saksi Jokowi-JK.

Dari data itu, ada 57 ribu pemilih di Surabaya yang menggunakan DPKTb. Dan saat ditanyakan ke Panwaslu Surabaya dan KPU Kota Surabaya, tidak mendapat jawaban yang pasti dan solusi terkait hal itu.

Pukul 22.45 Waktu Indonesia Barat (WIB) rekapitulasi penghitungan formulir DC1 KPU Jatim untuk 38 Kabupaten dan Kota di hotel Equator Surabaya selesai dengan total perolehan suara sebanyak 10.277.088 (46,83%) untuk pasangan Prabowo-Hatta dan pasangan Jokowi-JK tercatat 11.669.313 suara (53,17%).